Jumat, 12 Desember 2014

WAFATNYA PANGERAN ARIA SOERIA ATMADJA

WAFATNYA PANGERAN ARIA SOERIA ATMADJA
Oleh      : G.J Oudemans
Sumber : Buku Indie berbahasa Belanda
..................................................
Dengan bisluit Gubernemen tgl. 30 Desember 1882, diangkatlah Rd. Tmg. Aria Soeria Atmadja (PASA) sebagai pengganti Pangeran Soeria Koesoema Adinata IX ( Pangeran Sugih )
Pangeran Soeria Koesoema Adinata IX ( Pangeran Sugih )


...
Pangeran Aria Soeria Atmadja (PASA) merupakan keturunan garis lurus dari Rangga Gempol (IV) baik dari ayah (generasi ke 8) dan dari pihak ibu (generasi ke 7) kemudian PASA dalam masa kedinasan kebupatiannya dinilai termasuk seorang Bupati diantara yang terbaik di pulau Jawa. Beliau teryata seorang yang setia dan jujur, keras terhadap diri sendiri sangat taat kepada kewajiban ibadat agamanya tetapi bertoleransi terhadap orang lain yang tidak begitu patuh dan disiplin, sederhana, sopan dan penolong dengan perasaan harga diri yang tidak berlebihan, bekerja keras, sorang "financier" yang baik, tidak banyak bicara tetapi tidak kurang, banyak perhatian terhadap segala hal mengenai kedinasan.
Beliau sangat mengetahui tentang keadaan daerahnya, dapat menjawab dengan tepat tanpa beratnaya dahulu kepada para pembantunya.
Dari ayahnya beliau mewarisi ketelitian dalam hal kedinasan, sedemikian rupa sehingga waktu beliau sakit-sakitan karena lanjut usia beliau kerap melaksanakan berpergian mengontrol daerah-daerah seperti yang biasanya beliau lakukan.
Setelah berkali-kali dari pihak PASA mengajukan permohonan berhenti akhirnya pada bulan April 1919 dikabulkan oleh Gubernemen dengan penghargaan yang tinggi.
Gelar dan Tanda-tanda penghargaan beliau :
-          Predikat "ARIA"
-          Mendali Besar Emas
-          Payung Songsong Kuning
-          Mendali Perwira dari Oranye Nassau
-          Gelar "PANGERAN" akhirnya "De Nederlanse Leeuw"

PASA adalah pendukung terkemuka gagasan "Indie Weerbaar / Ketahaanan Hindia" Karena beliau berpendapat bahwa orang sunda jika jadi prajurit dapat ditanamkan segala kebiasaan yang baik seperti : ketertiban, disiplin, usaha pelaksanaan kewajiban, keteraturan, kapatuhan, dsb.
............................


G. JOudemans

Mantan Residen Preanger Regent schappen (Daerah - daerah Kabupatian Priangan)
Den Haag, September 1921.


Disalin kembali oleh :
-          Nr. Annie Rufianie YAsin, SH. (01 Oktober 2005)
-          R. Adam Firdaus Slamet Natakusumah (23 Agustus 2013).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar