WAFATNYA PANGERAN ARIA SOERIA ATMADJA
Oleh
: G.J Oudemans
Sumber : Buku Indie berbahasa
Belanda
..................................................
Dengan bisluit Gubernemen tgl. 30
Desember 1882, diangkatlah Rd. Tmg. Aria Soeria Atmadja (PASA) sebagai pengganti
Pangeran Soeria Koesoema Adinata IX ( Pangeran Sugih )
![]() |
| Pangeran Soeria Koesoema Adinata IX ( Pangeran Sugih ) |
...
Pangeran Aria Soeria Atmadja (PASA) merupakan keturunan garis lurus dari Rangga Gempol (IV) baik dari ayah (generasi ke 8) dan dari pihak ibu (generasi ke 7) kemudian PASA dalam masa kedinasan kebupatiannya dinilai termasuk seorang Bupati diantara yang terbaik di pulau Jawa. Beliau teryata seorang yang setia dan jujur, keras terhadap diri sendiri sangat taat kepada kewajiban ibadat agamanya tetapi bertoleransi terhadap orang lain yang tidak begitu patuh dan disiplin, sederhana, sopan dan penolong dengan perasaan harga diri yang tidak berlebihan, bekerja keras, sorang "financier" yang baik, tidak banyak bicara tetapi tidak kurang, banyak perhatian terhadap segala hal mengenai kedinasan.
Beliau sangat mengetahui tentang
keadaan daerahnya, dapat menjawab dengan tepat tanpa beratnaya dahulu kepada
para pembantunya.
Dari ayahnya beliau mewarisi
ketelitian dalam hal kedinasan, sedemikian rupa sehingga waktu beliau
sakit-sakitan karena lanjut usia beliau kerap melaksanakan berpergian
mengontrol daerah-daerah seperti yang biasanya beliau lakukan.
Setelah berkali-kali dari pihak
PASA mengajukan permohonan berhenti akhirnya pada bulan April 1919 dikabulkan oleh
Gubernemen dengan penghargaan yang tinggi.
Gelar dan Tanda-tanda penghargaan
beliau :
-
Predikat "ARIA"
-
Mendali Besar Emas
-
Payung Songsong Kuning
-
Mendali Perwira dari Oranye Nassau
-
Gelar "PANGERAN" akhirnya "De
Nederlanse Leeuw"
PASA adalah pendukung terkemuka gagasan "Indie Weerbaar / Ketahaanan Hindia" Karena beliau berpendapat bahwa orang sunda jika jadi prajurit dapat ditanamkan segala kebiasaan yang baik seperti : ketertiban, disiplin, usaha pelaksanaan kewajiban, keteraturan, kapatuhan, dsb.
............................
G. JOudemans
Mantan Residen Preanger Regent schappen (Daerah - daerah Kabupatian Priangan)
Den Haag, September 1921.
Disalin kembali oleh :
-
Nr. Annie Rufianie YAsin, SH. (01
Oktober 2005)
-
R. Adam Firdaus Slamet Natakusumah
(23 Agustus 2013).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar